Saturday, June 6, 2020

20 Hari Menderita Seusai Makan Nanas Berisi Petasan, Gajah Bunting Ceburkan Diri ke Sungai

Peristiwa matinya gajah di India pada 27 Mei 2020 lalu karena memakan nanas berisi petasan membuat geger.
20 Hari Menderita Seusai Makan Nanas Berisi Petasan, Gajah Bunting Ceburkan Diri ke Sungai

Saat ini polisi sedang memburu tiga tersangka yang sudah diketahui identitasnya.

Dikutip dari Kompas.com, gajah tersebut masuk ke sebuah desa dekat Taman Nasional Silent Valley di Palakkad pada Mei 2020 lalu.

Gajah liar yang dalam kondisi tengah hamil itu diduga memakan nanas yang berisi petasan.

Petasan itu lalu meledak di mulut gajah dan bertahan selama berhari-hari.

Karena tak tahan dengan penderitaannya, gajah itu menceburkan diri ke sungai dan mati dalam kondisi berdiri.

Penduduk desa setempat biasanya memakai petasan atau bahan peledak untuk melindungi sawahnya dari hewan liar seperti babi hutan.

Namun, praktik semacam ini telah dikecam secara luas.

Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan gajah bunting itu berdiri di sungai dengan mulut dan belalainya yang dicelupkan ke air.

Kemungkinan itu dilakukannya untuk mengurangi rasa sakit yang luar biasa.

Mamalia itu diperkirakan menderita luka sejak 20 hari lalu dan kelaparan karena tak bisa makan.

Mohan Krishnan, seorang penjaga hutan yang membantu evakuasi gajah, menulis di Facebook, "Saat kami melihatnya berdiri di sungai, dengan kepalanya tercelup di air. Dia punya firasat akan mati."

"Dia tidak menyerang satu pun warga meski dia berjalan dengan rasa sakit di jalanan desa."

Buru 3 Tersangka

Sebanyak tiga tersangka telah diidentifikasi dalam kasus gajah mati berdiri seusai memakan nanas berisi petasan.

"Keadilan akan ditegakkan," tulis Menteri Kepala Negara Bagian Kerala, Pinarayi Vijaya, Jumat (5/6/2020) di Twitter.

Sementara itu Menteri Lingkungan Union Prakash Javadekar sebelumnya juga telah berkicau untuk memburu pelaku.

"Dalam insiden tragis di distrik Palakkad, seekor gajah bunting mati. Banyak di antara kalian yang menghubungi kami. Kami memastikan keprihatinan kalian tidak akan sia-sia," ucap Vijaya.

"Penyelidikan sedang berlangsung, berfokus ke tiga tersangka... Kami akan melakukan apa pun yang bisa menegakkan keadilan," twit Vijaya.

Kemudian pada Jumat Gubernur Prakash Javadekar berkata, pemerintah telah "menangani kasus ini secara serius."

"Kami akan menyelidikinya dan menangkap pelaku. Ini bukan budaya India untuk mengumpan petasan dan membunuh," lanjutnya.

Kemudian Menteri Kepala Negara Bagian Kerala mengatakan, penyelidikan juga akan mencoba mengatasi peningkatan konflik manusia dengan satwa liar.

"Perubahan iklim bisa berdampak buruk bagi masyarakat lokal dan hewan," twitnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Gajah Makan Petasan Mati Berdiri, Pemerintah India Buru 3 Tersangka

Editor: Daniel Tri Hardanto

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

0 Comments:

Post a Comment